*Makna Pergantian Waktu Bagi Seorang Muslim*
Orang2 Eropa mengatakan *waktu itu adalah emas*. Padahal waktu itu lbh berharga daripd emas. Jk wktu ada, kemungkinan mendapatkan emas itu mudah. Tp jk wkt sdh berlalu, maka bagaimana utk mengembalikannya agr mendapatkan emas.
Waktu bagi seorg muslim lbh berharga dari emas, uang, dan barang berharga lainnya. Kita hidup di dunia ini sekitaran 60 th. 20 th utk tidur, 15 th utk makan dan istirahat, bersisa 25 th utk ibadah. Maka pergantian waktu 1 detik saja sangat berarti bagi seorg muslim. Apa lg pergantian tahun, musim, dan pergantian fisik dari kuat menjadi lemah. Imam Syafi'i tidaklah berlebihan saat mengatakan ttg QS. Wa Al Ashar (Demi Masa) jk tdk ada Surat Alquran yg lain turun, maka cukuplah Surat Al 'Ashar bagi manusia. Krn terdapat di dalamnya sumpah Allah dg masa. Dan masa itu bisa berupa detik, minit, jam, hari, pekan, bulan, tahun, pagi, siang, sore, dan malam. Dan di antara isi sumpah tersebut ttg kerugian manusia yg tdk bisa memanfaatkan wkt. Tp Allah memberikan eksepsi bhw ada yg tdk merugi.
Dan waktu itu adalah umur kita. Rasulullah mengingatkan bagi yg memiliki umur:
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال، قَالَ رَسُولُ اللهِ صل الله عليه وسلم :
أَعْذَرَ اللَّهُ إِلَى امْرِئٍ أَخَّرَ أَجَلَهُ حَتَّى بَلَّغَهُ سِتِّينَ سَنَةً
Allah memberi udzur kepada seseorang yang Dia akhirkan ajalnya, hingga sampai usia 60 tahun. (HR. Bukhari 6419)
Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:
1- Makna hadis bahwa udzur dan alasan sudah tidak ada, misalnya ada orang mengatakan, “Andai usiaku dipanjangkan, aku akan melakukan apa yang diperintahkan kepadaku.”
2- Ketika dia tidak memiliki udzur untuk meninggalkan ketaatan, sementara sangat memungkinkan baginya untuk melakukannya, dengan usia yang dia miliki, maka ketika itu tidak ada yang layak untuk dia lakukan selain istighfar, ibadah ketaatan, dan konsentrasi penuh untuk akhirat..
3-Nasehat Imam Fudail Bin Iyyad
Dikisahkan dalam kitab al-Hilyah, bahwa Imam Fudhail bin Iyadh – ulama besar di masa Tabi’ Tabiin – (w. 187 H) bernah bertemu dengan seorang yang sudah tua.
“Berapa usia anda?”, tanya Fudhail.
“60 tahun.”, Jawab orang itu.
“Anda selama 60 tahun berjalan menuju Tuhan anda, dan sebentar lagi anda akan sampai.” Komentar Fudhail
“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi raji’un.” Orang itu keheranan.
“Anda paham makna kalimat itu? Anda paham tafsirnya?” tanya Fudhail.
“Tolong jelaskan tafsirnya?” Orang itu balik tanya.
“Anda menyatakan: innaa lillaah (kita milik Allah), artinya kita adalah hamba Allah dan kita akan kembali kepada Allah. Siapa yang yakin bahwa dia hamba Allah dan dia akan kembali kepada-Nya, seharusnya dia menyadari bahwa dirinya akan berdiri di hadapan Allah. Dan siapa yang meyakini hal ini, dia harus sadar bahwa dia akan ditanya. Dan siapa yang yakin hal ini, dia harus menyiapkan jawabannya.” Jelas Fudhail.
“Lalu bagaimana jalan keluarnya?” tanya orang itu.
“Caranya mudah.” Tegas Fudhail.
Kemudia Imam Fudhail menyebutkan sebuah teori bertaubat, yang layak dicatat dengan tinta emas,
تُحْسِنُ فِيمَا بَقِيَ يُغْفَرُ لَكَ مَا مَضَى وَمَا بَقِيَ , فَإِنَّكَ إِنْ أَسَأْتَ فِيمَا بَقِيَ أُخِذْتَ بِمَا مَضَى وَمَا بَقِيَ
Berbuat baiklah di sisa usiamu, dengan itu akan diampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Karena jika kamu masih rajin bermaksiat di sisa usiamu maka kamu akan dihukum karena dosamu yang telah lalu dan dosamu yang akan datang. (Hilyah Al Awliya’, 8/113).
4. Waktu bagi org yg beriman sangat berharga. Sedetik berlalu sangat berharga jika tdk bisa melakukakn yg bermanfaat. Meninggalkan perkara2 yg tdk bermanfaat adalah ciri baiknya Islam sesorg.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
Dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: " Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya." (HR. Tirmidzi)
Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:
- Pada hari kiamat kelak, penghuni neraka meminta kepada Allah agar mereka dikeluarkan dari neraka dan dikembalikan ke dunia agar bisa beramal baik, tidak seperti amal kekufuranya yang dulu. Allah berfirman,
وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ
Mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal saleh tidak seperti amalan yang telah kami kerjakan (kekufuran).”
Allah menjawab permintaan mereka dengan berfirman,
أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا
Bukankah Aku telah memanjangkan usia kalian dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu an-Nadzir (pemberi peringatan)? maka rasakanlah. (QS. Fathir: 37).
Smg umur kita bisi kita gunakan utk yg bermanfaat. Dan smg kita terhindar dari tradisi2 org2 kuffar. Mari banyak muhasabah.
Silahkan dikembangkan..😊
Akhukum fillah,
Robi Kurniawan 🙏
Orang2 Eropa mengatakan *waktu itu adalah emas*. Padahal waktu itu lbh berharga daripd emas. Jk wktu ada, kemungkinan mendapatkan emas itu mudah. Tp jk wkt sdh berlalu, maka bagaimana utk mengembalikannya agr mendapatkan emas.
Waktu bagi seorg muslim lbh berharga dari emas, uang, dan barang berharga lainnya. Kita hidup di dunia ini sekitaran 60 th. 20 th utk tidur, 15 th utk makan dan istirahat, bersisa 25 th utk ibadah. Maka pergantian waktu 1 detik saja sangat berarti bagi seorg muslim. Apa lg pergantian tahun, musim, dan pergantian fisik dari kuat menjadi lemah. Imam Syafi'i tidaklah berlebihan saat mengatakan ttg QS. Wa Al Ashar (Demi Masa) jk tdk ada Surat Alquran yg lain turun, maka cukuplah Surat Al 'Ashar bagi manusia. Krn terdapat di dalamnya sumpah Allah dg masa. Dan masa itu bisa berupa detik, minit, jam, hari, pekan, bulan, tahun, pagi, siang, sore, dan malam. Dan di antara isi sumpah tersebut ttg kerugian manusia yg tdk bisa memanfaatkan wkt. Tp Allah memberikan eksepsi bhw ada yg tdk merugi.
Dan waktu itu adalah umur kita. Rasulullah mengingatkan bagi yg memiliki umur:
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال، قَالَ رَسُولُ اللهِ صل الله عليه وسلم :
أَعْذَرَ اللَّهُ إِلَى امْرِئٍ أَخَّرَ أَجَلَهُ حَتَّى بَلَّغَهُ سِتِّينَ سَنَةً
Allah memberi udzur kepada seseorang yang Dia akhirkan ajalnya, hingga sampai usia 60 tahun. (HR. Bukhari 6419)
Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:
1- Makna hadis bahwa udzur dan alasan sudah tidak ada, misalnya ada orang mengatakan, “Andai usiaku dipanjangkan, aku akan melakukan apa yang diperintahkan kepadaku.”
2- Ketika dia tidak memiliki udzur untuk meninggalkan ketaatan, sementara sangat memungkinkan baginya untuk melakukannya, dengan usia yang dia miliki, maka ketika itu tidak ada yang layak untuk dia lakukan selain istighfar, ibadah ketaatan, dan konsentrasi penuh untuk akhirat..
3-Nasehat Imam Fudail Bin Iyyad
Dikisahkan dalam kitab al-Hilyah, bahwa Imam Fudhail bin Iyadh – ulama besar di masa Tabi’ Tabiin – (w. 187 H) bernah bertemu dengan seorang yang sudah tua.
“Berapa usia anda?”, tanya Fudhail.
“60 tahun.”, Jawab orang itu.
“Anda selama 60 tahun berjalan menuju Tuhan anda, dan sebentar lagi anda akan sampai.” Komentar Fudhail
“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi raji’un.” Orang itu keheranan.
“Anda paham makna kalimat itu? Anda paham tafsirnya?” tanya Fudhail.
“Tolong jelaskan tafsirnya?” Orang itu balik tanya.
“Anda menyatakan: innaa lillaah (kita milik Allah), artinya kita adalah hamba Allah dan kita akan kembali kepada Allah. Siapa yang yakin bahwa dia hamba Allah dan dia akan kembali kepada-Nya, seharusnya dia menyadari bahwa dirinya akan berdiri di hadapan Allah. Dan siapa yang meyakini hal ini, dia harus sadar bahwa dia akan ditanya. Dan siapa yang yakin hal ini, dia harus menyiapkan jawabannya.” Jelas Fudhail.
“Lalu bagaimana jalan keluarnya?” tanya orang itu.
“Caranya mudah.” Tegas Fudhail.
Kemudia Imam Fudhail menyebutkan sebuah teori bertaubat, yang layak dicatat dengan tinta emas,
تُحْسِنُ فِيمَا بَقِيَ يُغْفَرُ لَكَ مَا مَضَى وَمَا بَقِيَ , فَإِنَّكَ إِنْ أَسَأْتَ فِيمَا بَقِيَ أُخِذْتَ بِمَا مَضَى وَمَا بَقِيَ
Berbuat baiklah di sisa usiamu, dengan itu akan diampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Karena jika kamu masih rajin bermaksiat di sisa usiamu maka kamu akan dihukum karena dosamu yang telah lalu dan dosamu yang akan datang. (Hilyah Al Awliya’, 8/113).
4. Waktu bagi org yg beriman sangat berharga. Sedetik berlalu sangat berharga jika tdk bisa melakukakn yg bermanfaat. Meninggalkan perkara2 yg tdk bermanfaat adalah ciri baiknya Islam sesorg.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
Dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: " Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya." (HR. Tirmidzi)
Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:
- Pada hari kiamat kelak, penghuni neraka meminta kepada Allah agar mereka dikeluarkan dari neraka dan dikembalikan ke dunia agar bisa beramal baik, tidak seperti amal kekufuranya yang dulu. Allah berfirman,
وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ
Mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal saleh tidak seperti amalan yang telah kami kerjakan (kekufuran).”
Allah menjawab permintaan mereka dengan berfirman,
أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا
Bukankah Aku telah memanjangkan usia kalian dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu an-Nadzir (pemberi peringatan)? maka rasakanlah. (QS. Fathir: 37).
Smg umur kita bisi kita gunakan utk yg bermanfaat. Dan smg kita terhindar dari tradisi2 org2 kuffar. Mari banyak muhasabah.
Silahkan dikembangkan..😊
Akhukum fillah,
Robi Kurniawan 🙏
Komentar
Posting Komentar